Aplikasi MaxiGrow pada Jagung

Tempat ideal untuk budidaya jagung adalah daerah dengan ketinggian 50 – 600 m yang memiliki curah hujan sekitar 85 – 200 mm/bulan, suhu optimum antara 23C – 30C, tanah gembur, subur dan kaya humus, pH tanah antara 5,6 – 7,5, aerasi (pengaliran udara ke dalam air untuk meningkatkan kandungan oksigen) dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah dari 800.

Pengolahan Lahan

  • Untuk sayuran berumur pendek (kurang dari 30 hari), seperti kol, kubis, sawi, pakcoy, kangkung dan lain-lain. Tanah yang akan ditanam diolah dengan cara dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25- 30 cm, kedalaman 20 cm. saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam.
  • Untuk sayuran berumur pendek (kurang dari 30 hari), seperti kol, kubis, sawi, pakcoy, kangkung da>Berikan pupuk kandang sebanyak 6 ton/ha, diberikan sepanjang larikan tanaman, sebelum tanam. Kemudian berikan larutan MaxiGrow (1 liter MaxiGrow: air max 200 liter) pada setiap titik tanam. Tahap ini diperlukan 2-3 liter MaxiGrow per Ha.
  • Lubang tanam ditugal (dibuat lubang untuk benih di tanah), kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40 cm x 100 cm (2 benih/lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanam 25 cm x 75 cm (1 benih/lubang).

Pemupukan

Pupuk Kimia

Kebutuhan pupuk kimia per hektar pada tanaman jagung adalah: Urea sebanyak 175 kg, TSP sebanyak 60 kg, dan KCL sebanyak 75 kg. diberikan 2 kali, pemberian pertama dengan dosis 1/3 takaran Urea dan semua TSP dan KCL diberikan pada saat tanam, sisanya 2/3 takaran Urea diberikan pada usia 5 minggu setelah tanam.

Pupuk Hayati MaxiGrow

Pemberian MaxiGrow kembali pada 35 – 37 hari setelah tanam, sebanyak 3 – 4 liter

Pengendalian Hama

Pengendalian hama dilakukan dengan cara pemantauan di lapangan, yaitu penyemprotan insektisida hanya dilakukan apabila ditemukan serangan hama yang merusak.

Fakta Menakjubkan

Di Lampung, jagung yang ditanam dengan teknologi pupuk MaxiGrow tumbuh besar sampai 1 tongkol jagung besarnya mencapai 1 kilo. Di Sumatera Utara, ladang jagung yang sebelumnya menghasilkan 2 – 4 ton per hektar meningkat 7 ton setelah menggunakan pupuk hayati teknologi MaxiGrow.

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Baca Juga

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 – 2021 ADMA. All Rights Reserved.