Mengapa Tumbuhan Memerlukan Pupuk?

Meski secara ilmiah tanah telah menyediakan unsur hara makro dan mikro sebagai makanan pokok bagi tumbuhan, tetapi karena unsur hara ini diserap oleh tumbuhan dari hari ke hari maka unsur hara ini semakin berkurang dan tanaman semakin tidak subur.

Unsur – unsur hara dalam tanah seringkali tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Setiap kali di budidayakan, tanaman akan menyerap terus menerus unsur hara dari tanah. Manakala tanaman dipanen, unsur hara dalam tanah pun ikut terangkut dan terkuras. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, diperlukan masukan dari luar berupa pupuk.

Fungsi utama pupuk adalah menyediakan atau menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman karena hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali di tanah tempat bertanam.

Selama 40 tahun lebih petani Indonesia mengenal dan telah mempraktikkan pemupukan dengan pupuk kimia yaitu Pupuk Urea, Pupuk TSP, Pupuk KCL, serta NPK atau Pupuk Majemuk.

Pupuk Urea mengandung N (Nitrogen) sebanyak 46%. Manfaat pupuk urea ini jika diberikan ke tanaman maka unsur hara nitrogen dalam tanah cukup, karena nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Nitrogen berperan dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar, terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor(P), nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Pupuk TSP (Triple Super Fosfat) mengandung unsur P (Fosfat) 40 sampai dengan 47%. Pupuk ini untuk memberi unsur hara fosfat dalam tanah. Fosfor(fosfat) merupakan komponen penyusun beberapa enzim, protein, ATP, RNA dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga dan buah.

Pupuk KCL mengandung 48 sampai dengan 60% K20 (Potasium Klorida). Pupuk ini untuk menambah unsur hara potasium klorida.

Selain pupuk di atas ada juga pupuk kimia yang diberikan untuk memberikan lebih dari satu unsur hara, biasa disebut Pupuk Majemuk (Compound Fertilizer) misalnya Pupuk NPK (Nitrogen, Posfat dan Kalium) yang diberikan untuk menambah 3 unsur hara pada tanah.

Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintesis, akumulasi, translokasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel.

Sebelum ditemukan teknologi Pupuk Kimia (Pupuk Anorganik) manusia sudah mengenal pupuk alami organik yaitu Pupuk Kandang yang berasal dari kotoran hewan dan Pupuk Kompos yang berasal dari daun – daunan yang membusuk.

Kehadiran MaxiGrow merupakan jawaban akan kebutuhan Pupuk Hayati yang sangat penting bagi kesuburan (jangka panjang) dan keseimbangan tanah.

Pemupukan Yang Kurang Tepat Selama Ini

Petani mengeluh karena tanah semakin lama semakin tidak subur, hasil panenya terus menurun dari tahun ke tahun. Selain itu, tanaman sering diserang hama dan frekuensi panen terus menurun (hanya satu kali panen dalam satu tahun).

Keadaan ini terjadi karena tingkat kesuburan tanah dan bahan organik tanah mengalami penurunan. Akibatnya kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman mengalami penurunan.

Hal tersebut disebabkan karena selama ini pertanian kita hanya memperdulikan pendekatan kimia dan fisika saja tetapi mengabaikan unsur biologinya.

Selama ini sebagian besar petani atau pebisnis agro industry di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat fisika (membajak dan mencangkul) dan kimia saja, yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : Urea (pupuk kimia kadar nitrogen tinggi), TSP/SP-36, KCL dan NPK secara terus menerus dan terkadang dengan dosis yang berlebihan.

Pemupukan yang bersifat biologis terabaikan, bahkan penggunaan pupuk kimia berlebihan malah justru mematikan unsur biologi dalam tanah.Untuk mengembalikan kesuburan tanah, kita perlu mengembalikan keseimbangan unsur biologis tanah

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Baca Juga

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 – 2021 ADMA. All Rights Reserved.